• September 13, 2021
  • Imam Pramana
  • 2

Standar tekanan angin pada ban kendaraan umumnya memang telah ditentukan oleh pabrikan otomotif yang memproduksinya. Mereka telah menentukan ukuran tekanan angin pada setiap jenis dan ukuran ban, agar dapat memberikan kenyamanan pada para driver maupun rider saat berkendara.
Sayangnya, sebagian dari para driver ataupun rider kerap kali mengabaikan ukuran tekanan angin pada ban kendaraannya. Kasus yang mungkin sering terjadi adalah menurunnya tekanan angin pada ban, dan tak jarang dalam keadaan seperti itu kendaraan masih dipaksakan untuk melaju.

Namun perlu diketahui, bahwa tekanan angin yang rendah pada ban kendaraan (ban kempes / kurang angin), ternyata dapat menimbulkan banyak permasalahan dan kerugian bagi kendaraan, bahkan lebih jauh lagi, hal itu dapat membahayakan para driver atau rider. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ridwan, selaku Kepala Toko OZ Tire Bintaro dan merupakan salah satu outlet resmi GT Radial.

“Dibanding dengan kasus pada ban yang kelebihan angin, risiko pada ban kendaraan yang kurang angin justru lebih bahaya kalau dipaksa jalan,” ujar Ridwan yang dikutip dari Otopedia, pada 11/09/2021.

Baca Juga: Simak 5 langkah merawat ban mobil pada saat musim hujan

Apa yang menjadi alasan kenapa ban kempes / kurang angin justru lebih berbahaya?
Ridwan menambahkan; apabila terjadi kasus ban kendaraan dengan tekanan angin yang kurang namun dipaksakan untuk jalan, hal itu akan berdampak pada tingkat elastisitas ban. Penurunan tingkat elastisitas ini akan berdampak pada kondisi ban yang cepat aus, terutama di bagian sisi luar dan sisi dalam ban kendaraan.

“Kalau bannya kurang angin, apalagi sampai kempes, nantinya bagian yang menapak ke badan aspal adalah sisi pinggiran ban yang akan lebih banyak menopang, sementara pada bagian tengah ban akan tertekuk ke atas, yang membuat ban habis tidak rata, botak di bagian luar,” jelasnya.

Selain membuat ban cepat aus, Ridwan lanjut menjelaskan, ban kendaraan yang kempes akan membuat bahan bakar pada kendaraan menjadi boros. Pasalnya, dalam kondisi kempes, telapak ban yang menempel pada badan aspal cenderung lebih lebar dengan daya cengkram yang cukup tinggi, hal inilah yang akan mengakibatkan koefisien daya gesek antara permukaan ban dengan badan aspal men jadi semakin besar dan membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk dapat melaju.

“Faktor inilah yang mengakibatkan borosnya bahan bakar,” tambahnya.

Tidak hanya cukup sampai disitu, ungkap Ridwan, efek yang muncul berikutnya adalah handling kendaraan menjadi lebih berat dari biasanya. Bahkan bisa dikatakan kontrol ban kendaraan menjadi sulit dan reaksi para driver atau rider pun menjadi jauh lebih lambat dalam merespon keadaan yang terjadi di jalanan. Hal ini tentunya akan sangat membahayakan para driver atau rider jika sewaktu-waktu mereka berada dalam kondisi yang membutuhkan reaksi cepat, seperti rem mendadak ataupun membanting kemudi kendaraan untuk menghindari kecelakaan.

Dampak yang terakhir, yang justru lebih ekstrim lagi jika terjadi kasus ban kempes yang dipaksakan untuk tetap berjalan, tingkat risiko terjadinya ban pecah pada saat kendaraan melaju menjadi semakin tinggi. Risiko ini terjadi karena pada kondisi ban yang kempes, apabila dipaksakan untuk tetap berjalan hingga ribuan kilometer akan menyebabkan ban lebih cepat ‘kelelahan’.

“Kalau sudah begitu dan dibiarkan berlarut-larut, ban bisa saja meledak,” ungkapnya.

Pada akhir penjelasannya, Ridwan menyarankan agar para driver maupun rider lebih memperhatikan kondisi ban kendaraan mereka secara berkala untuk menghindari risiko-risiko tersebut, pemilik kendaraan harus rajin melihat atau mengecek kondisi tekanan angin pada ban. Ridwan juga menekankan akan pentingnya pemilihan angin untuk kendaraan dengan menggunakan Nitrogen, bukan angin biasa.

“Kalau pakai Nitrogen, bantingan pada bannya jadi lebih soft dan lebih tahan lama dari proses penguapan, karena partikel udara Nitrogen lebih besar jika dibandingkan Angin biasa, terlebih Nitrogen juga tahan panas.” tutupnya.

Penulis : Imam Pramana
Editor : Abdul Rohmat Sigit

2 comments on “Tahukah kamu bahaya ban kendaraan yang kempes, Bisa bikin meledak ?

    1. Terima kasih banyak atas seruan dan dukungannya.
      Kami akan terus berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *